Archive for December, 2005

Cinta….Bagus nich… baca yach…

Tuesday, December 20th, 2005

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,

Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,

Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,

Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita

Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.

Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,

namun kita tetap harus percaya

bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin
tergesa-gesa.

Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak
ingin sembrono.

Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang
yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam
proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,

Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,

Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang
memuaskan diri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,

Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,

Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,

Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,

Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal

iman, keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya… Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

PS: Buat mbak amma, thanks yach … udah banyak ngasih dukungan buat dd, untuk tetep survive… trust juga, dd comot email dari mbak…

sekali lagi thanks…

B’CoZ oF LoVe …

Sunday, December 18th, 2005

Buat Mas Ardhian…
Sorry yach puisinya aku kutip..
Abis bagus sich…

Semuanya adalah Cinta…

Cinta…
Karena cinta, dua manusia bisa disatukan…
karena cinta, dua beda bisa menjadi satu…
Karena cinta, manusia tertawa…
Karena cinta, aku di sini…
Karena cinta, aku memiliki…

tapi…
Karena cinta, benci muncul di hati
Karena cinta, dua manusia harus berpisah…
Karena cinta, satu menjadi dua beda
Karena cinta, aku bersedih dan menangis…
Karena cinta, aku entah ada di mana
Karena cinta, aku kehilangan…

Lagi-Lagi C!NT@ …

Sunday, December 18th, 2005

Cinta itu…

Pernahkah kamu merasakan
Bahwa kamu mencintai seseorang
Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi
Dan meski kamu tahu
Cintamu mungkin tak berbalas
Tapi kamu tetap mencintainya…

Pernahkah kamu merasakan
Bahwa kamu sanggup melakukan
Apa saja demi seseorang yang kamu cintai…
Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli…
Atau,
Ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi…

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta
Tersenyum kala terluka..
Menangis kala bahagia…
Bersedih kala bersama…
Tertawa waktu berpisah…

Aku pernah…

Aku pernah tersenyum meski kuterluka
karena kuyakin 4JJI tak menjadikannya untukku…

Aku pernah menangis kala bahagia
Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…

Aku pernah bersedih kala bersamanya
Karena aku takut akan kehilangan dia suatu saat nanti…

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya
Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki,
Dan 4JJI pasti telah menyiapkan cinta yang lai untukku…

Aku tetap bisa mencintainya…
Meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
Karena memang cinta ada dalam jiwa dan bukan dalam raga…

Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
Dari orang tua… Sahabat… Kekasih, dan akhirnya Pasangan hidupnya…

Cinta itu sangat indah…
Jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia…
Dan cinta akan membuat hidupmu bahagia…
Cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap…
Yakinlah, 4JJI sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu…

CINTAI AKU HARI INI …

Sunday, December 18th, 2005

Seringkali tak sanggup diri kita untuk memperhatikan lagi rambu-rambu dalam bercinta…

CINTAI AKU HARI INI

Hari ini mungkin akan ada tangis lagi…
Walau sampai habis air mata, tapi tak mengapa…
Karena aku mengiba cinta…

Pernah merasa kerinduan yang teramat sangat?
Kerinduan untuk mendapatkan cinta…
Saat itu seolah hati merana tak berjiwa…
Seperti hampa…
Tak berdaya…
Namun kehidupan ini memaksanya untuk tetap ada…

Kemaren, saya melihat seorang anak menangis di hadapan ibunya.
Ia sepupu saya sendiri.
Beberapa menit sebelum tangisannya, si ibu memarahinya.
Dan hampir juga memukuli.
Baru kutahu bahwa si ibu telah meninggalkannya seharian penuh.
Entah ke mana…
Ia ditinggal di rumah hanya berdua dengan pembantu…
Seperti biasa setiap kali ibunya pergi.
Ibunya berkata, ia makin hari makin nakal.
Baginya, bila ia telah sanggup menyampaikan rasa, hari itu ia rindu ibu…

Setiap diri kita pasti butuh cinta…
Dan kebutuhan itu terlihat nyata dari perilaku kita..
Ataupun tersembunyi lewat kata…
Entah dinyatakan secara jelas, entah sekedar tersirat hadirnya…
Mungkin pula hanya berupa rasa rindu yang menggelora tanpa kuasa meminta…
Cinta itu fitrah adanya…

Beberapa waktu lalu, saya pernah berselisih dengan seorang sahabat yang telah saya kenal semenjak sepuluh tahun lamanya…
Menurut saya, ia telah melakukan kesalahan, dan saya menegurnya…
Menurutnya, ia hanya mengikut kata hatinya, dan tak rela atas tegUran saya…

Saat itu saya berpikir, kalau hari itu tak saya tegur ia, maka saya telah berdosa karena telah membiarkannya larut dalam perasaannya sedang ia tak memperhatikan lagi batas perilakunya…
Saya tak lagi sempat berpikir bahwa mungkin saja ia telah salah menangkap maksud saya…
Padahal saya hanya ingin memberitahunya sesuatu, bahwa saya cinta…
Semua perkataan saya, adalah cinta saya kepadanya…

Seringkali tak sanggup diri kita untuk memperhatikan lagi rambu-rambu dalam bercinta…
Oleh sebab perasaan itu telah kuat adanya…
Otak ini serasa beku tak kuasa, sedang hati telah terguratkan olehnya…

Ada seorang istri yang marah pada suaminya…
Setiap kalimat yang keluar darinya, tak lain hanyalah cercaan belaka…
Ia berkata, tak lagi ada rasa percaya. Kita yang mendengarnya, mungkin akan berpikir bahwa ia tak lagi cinta…
Tetapi nyatanya tak seperti itu…
Sebab waktu akan membuktikan bahwa rasa itu tetap ada…
Saat suaminya jatuh sakit, terlihat dari kecemasannya…
Saat suaminya terlelap lelah dalam tidurnya, dia memperhatikan dan setia di sampingnya…

Kadangkala, kalimat yang kita ucapkan tak melulu mewakili perasaan yang sebenarnya…
Seringkali hati lah yang bisa berbicara, namun mulut ini tak sanggup mengutarakannya…
Keinginan untuk dicintai itu telah terpendam jauh di pelosok kalbu…

Kepada manusia, kita telah melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta…
Dari ayah dan ibu kita, teman dan sahabat, suami, anak, istri, dan siapa saja yang dekat dengan diri kita…
kepada Sang Pencipta, apakah kita berlaku hal yang sama?
Andaikan begitu lemah kita menyampaikan rasa, bagaimana kita meminta kepadaNya?
BukankaH segala pinta tersampaikan lewat do’a?

Walau hanya sebatas satu kalimat yang terlantunkan dari hati…

Taken from,
Oase Jiwa
Truly, Deeply, Sincerely
Jernih, Sederhana, dan Mengharukan …
TaufiQ Ismail
-eramuslim-

It’S All AbOuT LoVe aGa!N …

Saturday, December 17th, 2005

Kenshin01 Apabila cinta tidak berhasil… BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI. Ingatlah… bahwa kamu mungkin merasa amat kehilangannya.. tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya…

yach.. cinta…

Kadang terasa begitu indah…

Tapi seringkali terasa sangat menyakitkan…

Satu hal yang bisa membuat kita bahagia …

Bahwa kita yakin,

suatu keyakinan bahwa kita dicintai oleh orang yang kita cintai …

Bagaimana dengan anda ???

Hanya sekedar cerita …

Saturday, December 10th, 2005

Beating Dia …

Gerbang hati terbuka lebar-lebar dan kebahagiaannya menjangkau jauh ke laut …

Ia pun menutup dua belah matanya dan berdo’a dalam kesunyian jiwanya …

Namun ketika ia menuruni bukit, rasa sedih pun merasukinya …

dan ia pun merenung jauh dalam hatinya …

"Bagaimana aku bisa pergi dengan rasa damai dan tanpa duka nestapa?"

Tidak, aku akan meninggalkannya bukannya tanpa luka dalam jiwaku …

Lama sudah aku menjalani hari-hari nyeri di lingkungan tembok ini …

Dan sangat panjang malam-malam kesendirianku …

dan siapa pula bisa terpisah dengan kepedihan dan kesendiriannya tanpa rasa kecewa …

Terlalu banyak sudah serpihan jiwa yang kusebarkan di jalanan ini …

dan terlalu banyak kerinduanku yang telanjang berjalan di perbukitan itu …

dan tidak mungkin aku bisa berpisah dengannya dengan begitu sederhana …

Jangan menilai hanya dari apa yang tampak di depan matamu …

Lihatlah jauh ke dalam … Niscaya kau akan menemukan kebenaran yang tak kau sangka-sangka …