Sebuah Renungan

BUNGA
Aku mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari
ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia
melontarkan kata-kata
menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari
ini ia
mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini,
meski ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau
hari
istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan
mulai
mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit di
sekujur
tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia
mengirim bunga padaku hari
ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa
lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras
dibanding
waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut
meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-
anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
semalam,
karena hari ini ia
kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari
istimewa :
inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan
kekuatan
untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini….

PS : Ini tolong di forward ke sahabat2 kita yg
perempuan dibelahan dunia
manapun.
Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja
untuk
disakiti oleh pria yg
dicintainya.

STOP KEKERASAN PADA WANITA!!!
"Aku adalah tiap rintik hujan yang membasahi
bumi,
kecil, sedikit, tapi
berarti"

Leave a Reply